9 годишно детенце секој ден пешачи 10km за да заработи пари за храна и училиште

Пандемијата остави многу луѓе низ светот без приходи. Приказната за ова детенце чие семејство е на работ на егзистенцијата ги расплака и растажи сите.

9-godisno-detence-pesaci-10km-za-da-zaraboti-pari-za-hrana-i-uciliste-01 (1).jpg

На улиците во Индонезија, облечен како маскота, 9-годишниот Рехан секое утро пешачи 10 километри до работното место, каде го облекува костимот и работи.

Тој ги анимира возачите во големата гужва на главна улица во Калимантан, а кој сака, може да му остави парички.

9-godisno-detence-pesaci-10km-za-da-zaraboti-pari-za-hrana-i-uciliste-02.jpg

Рехан мора да обезбеди пари за училиште и кирија.

Живее со самохрана мајка која исто така работи на неколку места за да обезбеди можност за прехранување.

„Платата не е лоша, имам доволно за да купам ориз и да го однесам дома.“

Неговата приказна го обиколи светот и многу луѓе наоѓаат начини за да му помогнат со парични средства.

View this post on Instagram

EDISI KEHIDUPAN…. Setiap hari, Rehan harus bangun pagi-pagi betul agar atraksinya bisa disaksikan oleh para pekerja kantoran dan warga disekitar jalan Gatot Subroto… Bagi sebagian orang, atraksi badut jalanan yang disuguhkan Rehan dinilai ampuh untuk mengusir rasa suntuk di tengah padatnya jalan Gatot subroto. Namun, ada beberapa hal penting yang luput dari pikiran mereka. Pertunjukkan yang mereka anggap menarik itu sebetulnya dilakukan oleh anak di bawah umur, bahkan termasuk dalam kategori eksploitasi anak. Menurut pengakuan Rehan, keputusannya menjadi Badut jalanan didasari oleh motif ekonomi agar ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibunya yang bekerja serabutan hanya mampu mengumpulkan uang untuk membayar biaya sewa kontrakan. Jika ada rejeki berlebih, uang tersebut sengaja disisihkan untuk biaya sekolahnya. “Uangnya lumayan. Bisa buat beli Nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumah,” tutur Rehan Agar atraksinya menarik perhatian banyak orang, Rehan memperlihatkan jogetan kecilnya. Sementara untuk urusan kostum dan kepala boneka, Rehan mengaku selalu mengganti kostumnya setiap hari. Sang penyedia kostum juga menyediakan beberapa pilihan kepala boneka yang didesain menyerupai tokoh-tokoh kartun, mulai dari Dora the Explorer, Upin dan Ipin, hingga Spongebob Squarepants. Kepala dan bajunya saya sewa. Saya tidak tahu biayanya, karena ibu yang membayar,” ungkap Rehan sembari menyeka keringat yang menetes di kelopak matanya. Setiap hari Rehan memang sengaja berangkat pagi-pagi buta, bahkan sebelum mentari pagi bersinar. Selain mengincar mobil-mobil yang terjebak macet, ia ingin menyisihkan waktu di sore hari untuk bermain bola di rumah. Lepas Sholat Isya saya biasanya langsung pulang ke rumah bersama ibu setelah ibu selesai beberes kebersihan halaman Alfamart jl. Gatot subroto kata Rehan Namun saat ditanya, apakah ia dan ibunya nyaman dengan profesi mereka saat ini, Rehan mengaku senang dapat membantu memberikan uang tambahan kepada ibunya. Kendati demikian, Rehan tidak memungkiri bahwa terkadang ia merasa lelah karena harus berjalan hingga sejauh 10 km dari rumahnya.

A post shared by KONTEN INSPIRATIF (@rhmadii__) on

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *